<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dethanmedia's Blog</title>
	<atom:link href="http://dethanmedia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dethanmedia.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2009 04:45:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dethanmedia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dethanmedia's Blog</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dethanmedia.wordpress.com/osd.xml" title="Dethanmedia&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dethanmedia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Transportasi</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/transportasi/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/transportasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[TRANSPORTASI Tujuan Pengembangan Sistem Transportasi Tersusunnya suatu jaringan sistem transportasi yang efisien &#38; efektif; Meningkatnya kelancaran lalu-lintas dan angkutan; Terselenggaranya pelayanan angkutan yang aman, tertib, nyaman, teratur, lancar dan efisien; Terselenggaranya pelayanan angkutan barang yang sesuai dengan perkembangan sarana angkutan dan teknologi transportasi angkutan barang; Meningkatnya keterpaduan baik antara sistem angkutan laut, udara dan darat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=35&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td class="judul1" width="551" height="24">TRANSPORTASI</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Tujuan Pengembangan Sistem Transportasi</td>
</tr>
<tr>
<td height="126">
<ol>
<li>Tersusunnya suatu jaringan sistem transportasi yang efisien                        &amp; efektif;</li>
<li>Meningkatnya kelancaran lalu-lintas dan angkutan;</li>
<li>Terselenggaranya pelayanan angkutan yang aman, tertib,                        nyaman, teratur, lancar dan efisien;</li>
<li>Terselenggaranya pelayanan angkutan barang yang sesuai                        dengan perkembangan sarana angkutan dan teknologi transportasi                        angkutan barang;</li>
<li>Meningkatnya keterpaduan baik antara sistem angkutan laut,                        udara dan darat maupun antar moda angkutan darat;</li>
<li>Meningkatnya disiplin masyarakat pengguna jalan &amp; pengguna                        angkutan</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" height="48">Prasarana transportasi dikembangkan                    sebagai pelayanan angkutan terpadu untuk lalu lintas lokal,                    nasional, regional dan internasional yang disusun dalam kerangka                    kerja seperti pada gambar di bawah ini.</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" height="266"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi1.gif" alt="" width="460" height="260" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Peta Rencana Jaringan Kereta</td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" height="10"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" height="306"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi2.gif" alt="" width="460" height="300" /></td>
</tr>
<tr>
<td height="20"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="20" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Peta Rencana Jaringan Jalan dan Terminal</td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" height="10"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" height="317"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi3.gif" alt="" width="460" height="311" /></td>
</tr>
<tr>
<td height="20"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="20" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Pengembangan Fasilitas Pejalan Kaki                    ( Pasal 19 )</td>
</tr>
<tr>
<td height="70">
<ol>
<li>Pembangunan fasilitas jalan kaki yang memadai untuk menumbuhkan                        budaya berjalan kaki, terutama untuk perjalanan yang relatif                        pendek ( Pasal 45 )</li>
<li>Fasilitas pejalan kaki juga memperhitungkan penggunaannya                        bagi penyandang cacat ( Pasal 19 )</li>
<li>Pembangunan fasilitas penyeberangan orang ( Pasal 19 )</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Pengembangan Angkutan Jalan (Pasal                    19)</td>
</tr>
<tr>
<td height="196">
<ol>
<li>Pengembangan Sistem Angkutan Jalan<br />
Pengembangan Jaringan Jalan Sesuai dengan Fungsi Dan Hirarki                        Jalan ( Pasal 19 ayat 5)</li>
<li>Penataan Pelayanan Angkutan Umum
<ol type="a">
<li>Angkutan bus besar hanya pada jalan arteri ( Pasal                            19 ayat 5)</li>
<li>Angkutan bus sedang hanya pada jalan kolektor ( Pasal                            19 ayat 5)</li>
<li>Angkutan mikrolet hanya pada jalan lokal ( Pasal 19                            ayat 5)</li>
</ol>
</li>
<li>Pengembangan Fasilitas Parkir ( Pasal 19 ayat 7)<br />
Membangun gedung-gedung parkir dan atau taman parkir pada                        pusat kegiatan untuk menghilangkan parkir pada badan jalan                        secara bertahap</li>
<li>Manajemen Lalu-lintas ( Pasal 19 ayat 6)
<ol type="a">
<li>Sistem satu arah</li>
<li>Pengaturan dengan lampu lalu-lintas</li>
<li>Kebijakan pembatasan lalu-lintas pada daerah tertentu.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Arahan Pengembangan Kereta Api</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" height="20">Pengembangan Sistem Jaringan dan                    Kapasitas Angkutan Kereta Api (Pasal 19 ayat 3)</td>
</tr>
<tr>
<td height="42">
<ol>
<li>Kereta Api Layang</li>
<li>Kereta Api Pada Permukaan</li>
<li>Kereta Api Bawah Tanah</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Pengembangan Sistem Angkutan Kereta                    Api (Dimulai Pasal 45 ayat c)</td>
</tr>
<tr>
<td height="56">
<ol>
<li>Peningkatan Jalur Lingkar (Loop Line)</li>
<li>Peningkatan Jalur Tengah (Central Line)</li>
<li>Lintasan Baru Fatmawati &#8211; Kota dengan Jaringan Bawah Tanah                        Secara Proporsional</li>
<li>Lintasan Baru Duri &#8211; Kemayoran Dengan Jaringan Bawah Tanah                        Secara Proporsional.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Pengembangan Kawasan Prioritas</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" height="34" bgcolor="#fff0d2">(Ditetapkan                    berdasarkan besar dan strategisnya kontribusi yang diberikan                    dalam pembangunan untuk mewujudkan Kota Jakarta sebagai Kota                    Jasa Internasional)</td>
</tr>
<tr>
<td height="126">
<ol>
<li> Kawasan Pantura
<ol type="a">
<li>Perbaikan kualitas lingkungan pantai lama</li>
<li>Reklamasi perairan laut Teluk Jakarta seluas ±                            2.700 Ha.</li>
</ol>
</li>
<li>Penataan koridor 13 sungai
<ol type="a">
<li>Penataan kembali dimensi dan ruang koridor 13 sungai.</li>
<li>Menata kembali kawasan pinggir sungai dengan merubah                            orientasi bangunan dan lingkungan.</li>
</ol>
</li>
<li>Pembangungan Banjir Kanal Timur</li>
<li>Sistem angkutan umum massal</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2" height="24">Sistem Angkutan Umum Massal Jakarta                    (Mass Rapid Transpotrs &#8211; MRT)</td>
</tr>
<tr>
<td height="316" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%"><!--DWLayoutTable--></p>
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><span class="spacetoon"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></span></td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" rowspan="2" width="150" valign="top"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi4.gif" alt="" width="135" height="300" /></td>
<td class="maintext" width="401" valign="top"><strong>Deskripsi                          Sistem</strong><br />
(Fatmawati &#8211; Kota)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<ul>
<li>Panjang lintasan = 19 km</li>
<li>Jarak antar stasiun = 1 km</li>
<li> Alinyemen vertikal sebagian di bawah tanah dan                              sebagian melayang</li>
<li>Kapasitas sistem = 40.000 penumpang per jam per                              arah</li>
<li>Panjang platform = 140 m</li>
<li>Jarak antar rel = 1435 mm (standard)</li>
<li>Pengumpulan energi = 1500 Volt DC)</li>
<li>Kecepatan maksimum = 80 km/jam</li>
<li>Kecepatan rata-rata = 35 km/jam</li>
<li>Formasi = 6 gerbosng/rangkaian</li>
<li>Dimensi gerbong: panjang 23 m dan lebar = 3,2 m</li>
<li>Kapasitas angkut = 2100 penumpang per rangkain kereta</li>
<li>Selang waktu kedatangan antar kereta = 2 &#8211; 5 menit                              (jam sibuk)</li>
<li>Waktu operasi = 18 jam (06.00 &#8211; 24.00).</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=35&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/transportasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/transportasi4.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemukiman</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/pemukiman/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/pemukiman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[POLA IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI DKI JAKARTA Peta Wilayah Pengembangan DKI Jakarta<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=33&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judul1">POLA IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN                    DI DKI JAKARTA</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/pemukiman3.gif" alt="" width="460" height="316" /></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Peta Wilayah Pengembangan DKI Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" width="100%"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/pemukiman4.jpg" alt="" width="460" height="354" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=33&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/pemukiman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/pemukiman3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/pemukiman4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Banjir</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/banjir/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[PENGENDALIAN BANJIR Kondisi Objektif Propinsi DKI Jakarta Luas Jakarta 65.000 Ha; 40 % (24.000 Ha) daratan rendah dibawah muka laut pasang 1 s/d 1.5 m; Dari 40 % tersebut yang sudaj dilayani dewngan sistem Polder baru 11.500 Ha; Daerah tangkapan hujan yang mempengaruhi Jakarta meliputi Bopunjur dengan luas 85.000 Ha; Air dari hulu mengalir melalui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=31&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td class="judul1" width="551">PENGENDALIAN BANJIR</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Kondisi Objektif Propinsi DKI Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td>
<ol>
<li>Luas Jakarta 65.000 Ha;</li>
<li>40 % (24.000 Ha) daratan rendah dibawah muka laut pasang                        1 s/d 1.5 m;</li>
<li>Dari 40 % tersebut yang sudaj dilayani dewngan sistem                        Polder baru 11.500 Ha;</li>
<li>Daerah tangkapan hujan yang mempengaruhi Jakarta meliputi                        Bopunjur dengan luas 85.000 Ha;</li>
<li>Air dari hulu mengalir melalui 13 sungai/kali menuju laut                        melewati Jakarta;</li>
<li>Sebagian ruas Ciliwung telah di-revitalisasi, namun beberapa                        kali dan ruas kali belum dinormalisasi seperti kali Grogol,                        kali Krukut, kali Sunter bahkan pada bantaran kali dijadikan                        tempat hunian(bangunan liar) sehingga terjadi penyempitan                        penampungan;</li>
<li><em>Water ratio</em> wilayah Prop.DKI Jakarta baru mencapai                        2,41 % ( target 2010: 4,92 % );</li>
<li>Pembangunan dan perubahan tataguna lahan di Bopunjur dan                        Jabodetabek yang sangat pesat menyebabkan terjadinya penambahan                        debit air sungai melampaui kapasitas maksimumnya ( menambah                        <em>run-off</em> air );</li>
<li>Akibat ekploitasi air tanah dalam yang berlebihan dan                        beban bangunan bertingkat menyebabkan terjadinya penurunan                        tanah (<em>land subsidence</em>), yang menambah daerah rawan                        banjir.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Ancaman Banjir</td>
</tr>
<tr>
<td>
<ol>
<li>Arah Selatan: Kerusakan Lingkungan di Daerah Hulu Sungai</li>
<li>Arah Utara: Pasang Laut</li>
<li>Arah Atas: Curah hujan Tinggi</li>
<li>Arah Bawah:
<ol type="I">
<li>Kondisi Topografi Jakarta
<ol type="a">
<li>40 % Berupa Dataran Rendah (1 &#8211; 1,5 m) dibawah                                muka laut pasang</li>
<li>Muara 13 Sungai</li>
</ol>
</li>
<li>Penduduk Jakarta yang padat</li>
<li>Perubahan Fungsi Lahan</li>
<li>Penurunan Tanah (Land Subsidence)</li>
</ol>
</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Daerah Aliran Sungai Jabodetabek</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/banjir1.gif" alt="" width="450" height="310" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=31&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/banjir1.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>sampah</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/sampah/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[PENGELOLAAN SAMPAH Distribusi Produksi Sampah di DKI Jakarta Rencana Pengelolaan Sampah Solid waste management system improvement project in the city of Jakarta in Indonesia (JICA 1987): Estimasi sampah 2005 = 10.220 ton/hari; Sistem sanitary landfill di 2 lokasi (belahan Timur dan belahan Barat); Stasiun peralihan antara untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah; Reklamasi laut dengan sampah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=29&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judul1" width="100%">PENGELOLAAN SAMPAH</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Distribusi Produksi Sampah di DKI Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/sampah1.gif" alt="" width="460" height="350" /></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Rencana Pengelolaan Sampah</td>
</tr>
<tr>
<td>
<ol>
<li> Solid waste management system improvement project in                        the city of Jakarta in Indonesia (JICA 1987):
<ol type="a">
<li>Estimasi sampah 2005 = 10.220 ton/hari;</li>
<li>Sistem sanitary landfill di 2 lokasi (belahan Timur                            dan belahan Barat);</li>
<li>Stasiun peralihan antara untuk meningkatkan efisiensi                            pengangkutan sampah;</li>
<li>Reklamasi laut dengan sampah, penggunaan incinerator,                            dan pengkomposan;</li>
<li>Sistem pelayanan langsung dan tak langsung.</li>
</ol>
</li>
<li>PERDA Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)                        Propinsi DKI Jakarta 2010:
<ol type="a">
<li>Lokasi sanitary landfill untuk bagian Barat dan Selatan;</li>
<li>Pengembangan stasiun peralihan antara;</li>
<li>Pengembangan penggunaan <em>incinerator;</em></li>
<li>Perluasan penggunaan teknik komposting dan alternatif                            teknologi lain dalam pengolahan;</li>
<li>Pembangunan recycle plant;</li>
<li>Peningkatan peran serta masyarakat melalui konsep                            3R (<em>Recycle, Reuse, Reduce</em>);</li>
<li>Perluasan penggunaan metode pemilahan sampah di sumber,                            di dalam proses pengangkutan, dan di TPA.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Rencana Pola Pengelolaan Sampah (JICA)</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/sampah2.gif" alt="" width="460" height="357" /></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul2">Realisasi Rencana Pengelolaan Sampah</td>
</tr>
<tr>
<td>
<ol>
<li>Pembangunan TPA Bantar Gebang &#8211; Bekasi (belahan Bimur);</li>
<li>Persiapan TPA Ciangir &#8211; Tangerang (belahan Barat);</li>
<li>Pembangunan SPA Cacing oleh swasta;</li>
<li>Pembangunan SPA Sunter;</li>
<li>Pembangunan TPS sebagai sarana pelayanan tidak langsung;</li>
<li>Peningkatan pelayanan pengangkut sampah;</li>
<li>Pembangunan incinerator skala kecil;</li>
<li>Pelaksanaan komposting skala kecil;</li>
<li>Pelaksanaan konsep 3R di TPS.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/sampah3.gif" alt="" width="460" height="339" /></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" alt="" width="10" height="10" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=29&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/sampah1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/sampah2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/sampah3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/images/spacer.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tempo dulu</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/tempo-dulu/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/tempo-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[MENUJU JAYAKARTA (halaman 2 dari 2) Adalah Tome Pires (The Suma Oriental), seorang musafir Portugis yang mengunjungi Sunda Kelapa, menuliskan bahwa pelabuhan ini telah dikunjungi kapal-kapal dari Palembang, Tanjungpura, Malaka, Makasar, Madura dan juga pedagang-pedagang dari India, Tiongkok Selatan dan kepulauan Ryuku (kini Jepang). Pires yang datang bersama Enrique Leme, utusan Gubernur Jenderal Portugis, d&#8217;Alboquerque, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=26&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="maintextbold" align="left" valign="top">MENUJU JAYAKARTA<br />
<span class="style1">(halaman 2 dari 2)</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="maintext" width="100%" height="104" align="left" valign="top">Adalah                          Tome Pires (The Suma Oriental), seorang musafir Portugis                          yang mengunjungi Sunda Kelapa, menuliskan bahwa pelabuhan                          ini telah dikunjungi kapal-kapal dari Palembang, Tanjungpura,                          Malaka, Makasar, Madura dan juga pedagang-pedagang dari                          India, Tiongkok Selatan dan kepulauan Ryuku (kini Jepang).                          Pires yang datang bersama Enrique Leme, utusan Gubernur                          Jenderal Portugis, d&#8217;Alboquerque, tiba di Sunda Kelapa                          pada 1522. Kehadiran mereka ini memang telah ditunggu                          Raja Sunda Samian atau Sangiang (Sang Hyang) Surawisesa                          (1521-1535), yang ketika masih menjadi putra mahkota sempat                          mengunjungi d&#8217;Alborquerque yang telah menguasai Malaka                          sejak 1511.</td>
<td width="1%" align="left" valign="top"></td>
<td width="37%" align="left" valign="top">
<table class="tblbox" border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="200">
<tbody>
<tr>
<td class="tblbold1" width="194">Link Terkait</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah2p1.asp">STAD                                Batavia</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1a"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah3p1.asp">OUD                                Batavia</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah4p1.asp">Metropolitan                                Weltevreden</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1a"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah5p1.asp">Masyarakat                                Betawi</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah6p1.asp">Ibukota                                Republik Indonesia</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Dan selanjutnya,                    pada 21 Agustus 1522 disepakati sebuah perjanjian persahabatan                    antara Kerajaan Sunda dan Kerajaan Portugal. Menurut A.Heuken                    SJ (Historical Sites of Jakarta), &#8220;inilah perjanjian internasional                    pertama di negara kepulauan yang kemudian dikenal sebagai Indonesia                    kini&#8221;. Di dalam tulisan J.D. Baros (Da Asia), dalam perjanjian                    itu, saksi dari Sunda Kelapa adalah &#8216;Padam Tumongo, Ssamgydepati                    et Bemgar, &#8211; yakni Paduka Tumenggung, Sang Adipati dan (Syah)bandar                    dan dari pihak Portugis delapan orang. Masing-masing, Fernao                    de Almeida (bendahari pelayaran); Fransisco Eanes (pencatat                    muatan); Joao Countinho; Gil Barbosa; dan Thome Pinto. Menurut                    Hoesein Djajadiningrat (Tinjauan Kritis tentang Sejarah Banten),                    perjanjian itu (tidak ditandatangani oleh pihak Sunda, tetapi)                    disyahkan menurut adat dengan mengadakan selamatan.</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="210" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="200">
<tbody>
<tr>
<td class="imgcentr" width="198" valign="top"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu4.gif" alt="" width="125" height="120" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="teks10" valign="top">Abad ke 12 kapal Arab                                sudah singgah di bandar-bandar pesisir utara Jawa.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="11" valign="top"></td>
<td class="maintext" width="100%" valign="top">Sebagai tanda                          perjanjian tersebut, sebuah batu besar ditanam di pantai.                          Batu yang disebut padro itu ditemukan kembali pada tahun                          1918, waktu dilakukan penggalian untuk membangun rumah                          baru di pojok persimpangan Prinsen Straat dan Groene Straat                          di Jakarta Kota. Jalan-jalan itu sekarang bernama Jl Cengkeh                          dan Jl Nelayan Timur. Adapun batu padrao sekarang disimpan                          dalam Museum Nasional di Jl. Medan Merdeka Barat. Lokasi                          semula batu ini menunjukkan, bahwa pantai pada awal abad                          ke-16, kurang lebih lurus dengan garis yang kini menjadi                          Jl. Nelayan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Tentang kenapa                    Raja Pakuan Pajajaran menerima perjanjian tersebut diduga karena                    mereka memandang kehadiran Portugis akan memperkokoh posisi                    mereka dalam urusan niaga terutama lada, maupun dalam menghadapi                    tentara Islam dari Kesultanan Demak, yang kekuatannya sedang                    naik daun di Jawa Tengah.</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Tentu saja, Perjanjian                    Sunda-Portugis ini mencemaskan Sultan Trenggana dari Demak.                    Maka, karena itu pada tahun 1526/1527, Fatahillah, panglima                    pasukan Cirebon, yang bersekutu dengan Demak, mendatangi Sunda                    Kelapa dengan 1.452 orang tentara. Dan sejak itu, penduduk Sunda                    yang terkalahkan mundur ke arah Bogor. Adapun Jayakarta (nama                    baru Sunda Kelapa sejak 1527) dihuni oleh &#8216;Orang Banten&#8217; yang                    terdiri dari orang yang berasal dari Demak dan Cirebon bersama                    saudagar-saudagar Arab dan Tionghoa di muara Ciliwung. Adapun                    penguasaannya berada di bawah Cirebon dan untuk kemudian di                    bawah Banten.</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="305" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="imgcentr" width="100%" valign="top"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu5.gif" alt="" width="125" height="139" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="teks10" valign="top">Abad ke 16 kapal Portugis                                atau <em>galeon</em> mulai tampak di perairan Lautan                                Hindia dan sekitarnya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="10" valign="top"></td>
<td width="240" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="230">
<tbody>
<tr>
<td class="imgcentr" width="228"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu6.gif" alt="" width="121" height="100" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="teks10">Kapal layar Belanda pada sebuah                                batu dari <em>Kastael Batavia</em> yang disimpan dalam                                Museum Sejarah Jakarta.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Menurut perhitungan                    dan perkiraan Dr. Soekanto, kejadian itu terjadi pada tanggal                    22 Juni 1527, yang kini dirayakan sebagai hari jadi kota Jakarta.                    Menurut Soekanto, pada hari itu Fatahillah memberi nama baru                    pada Sunda Kelapa karena kemenangannya atas tentara Hindu Sunda                    dan awak kapal Portugis. Tetapi, dasar historis hipotesis tersebut                    ada beberapa yang meragukannya. Setidaknya Perdana Menteri RI                    Ali Sastroamidjojo pada tahun 1956, sewaktu menghadiri perayaan                    pertama hari ulang tahun Jakarta merasa terheran-heran dan setengah                    mengejek &#8216;peringatan ganjil&#8217; itu.</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="210" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="200">
<tbody>
<tr>
<td class="imgcentr" width="198" valign="top"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu7.gif" alt="" width="125" height="122" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="teks10" valign="top">Kapal Kompeni Belanda                                yang menjadi tulang punggung imperium niaga dari                                capetown sampai nagasaki dengan Batavia sebagai                                pusat kegiatannya</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="10" valign="top"></td>
<td class="maintext" width="100%" valign="top">Sementara                          itu, menurut Prof.Dr.Slametmuljana dari Universitas Indonesia,                          penamaan kota ini menjadi Jayakarta baru diperoleh dari                          adipati yang ketiga, yakni Pangeran Jayawikarta atau Wijayakarta.                          Namun, belum terdapat data sejarah yang pasti membenarkan                          salah satu hipotesis tersebut. Hanya saja, Walikota Soediro                          (1952-1960), memperoleh dukungan dari Dewan Perwakilan                          Rakyat untuk teori Dr. Soekanto. Maka, pemerintah Jakarta                          berpegang pada teori ini. Keputusan 1956 tersebut disebut                          sebagai &#8216;kemenangan Soediro&#8217; berlandaskan &#8216;kemenangan                          Fatahillah&#8217; yang kurang pasti tanggalnya. Dengan demikian,                          sebagaimana diungkapkan ahli sejarah Abdurrachman Surjomihardjo,                          perdebatan historis itu telah diselesaikan (?) dengan                          keputusan politis.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="maintext" width="100%" align="left" valign="top">Dan,                          menurut Dr. Soekanto, sebagai seorang pimpinan Muslim,                          Fatahillah tentu teringat kepada Surah Al-Fath, ayat 1,                          yang berbunyi, &#8220;Inna fatahna laka fathan mubinan,&#8221; (Sungguh                          Kami telah memberi kemenangan kepada mu, kemenangan yang                          tegas atau Jayakarta). Sementara menurut Abdurrachman                          Surjomihardjo, di samping itu, sering pula dipakai kata                          Surakarta, yang berarti karya yang berani dan sakti. Tetapi                          nama Jayakarta lebih terpakai. Adapun, nama Jakarta itu                          sendiri muncul pertama kali dalam buku Joao de Barros,                          Da Asia…, (Xacatra por outro nome Caravam &#8211; &#8216;Xacatra yang                          disebut juga Caravam (=Karawang).</td>
<td width="11" align="left" valign="top"></td>
<td width="44%" align="left" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="220">
<tbody>
<tr>
<td class="teks10" width="228"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu8.gif" alt="" width="125" height="140" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="teks10">Kapal Spanyol abad ke 16 yang masuk                                perairan Indonesia lewat lautan pasifik</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="400" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="imgcentr" width="156"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu9.gif" alt="" width="125" height="95" /></td>
<td class="teks10" width="242">Kapal Galleon Inggris dari                          zaman Ratu Elizabeth I. Kapal seperti ini digunakan dari                          abad 16 &#8211; 18.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" align="left" valign="top"><span class="style2">Naskah                    ini diterbitkan pada tahun 1552 dari sumber yang lebih tua.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=26&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/tempo-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu4.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu5.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu7.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu9.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tempo dulu-1</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/tempo-dulu-1/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/tempo-dulu-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[AKARTA TEMPO DULU MENUJU JAYAKARTA (halaman 1 dari 2) Catatan sejarah mengenai masyarakat pertama kali yang bermukim dan hidup secara teratur di kawasan yang kini dinamakan Jakarta, diduga adalah penduduk Kerajaan Tarumanegara, sekitar abad ke-5. Saksi tertua akan informasi tersebut adalah Prasasti Tugu, yang hampir seribu empat ratus tahun lamanya tertanam di desa Batu Tumbuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=24&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judul1" width="100%" align="left" valign="top">AKARTA                    TEMPO DULU</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintextbold" align="left" valign="top">MENUJU JAYAKARTA<br />
<span class="style1">(halaman 1 dari 2)</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="104" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="maintext" width="100%" height="104" align="left" valign="top">Catatan                          sejarah mengenai masyarakat pertama kali yang bermukim                          dan hidup secara teratur di kawasan yang kini dinamakan                          Jakarta, diduga adalah penduduk Kerajaan Tarumanegara,                          sekitar abad ke-5. Saksi tertua akan informasi tersebut                          adalah Prasasti Tugu, yang hampir seribu empat ratus tahun                          lamanya tertanam di desa Batu Tumbuh (Tugu), Jakarta Utara,                          dan pada tahun 1911 dipindahkan ke Museum Nasional. Bekas                          tempat berdirinya prasasti itu kini tertutup jalan aspal,                          walaupun inilah monumen historis tertua tentang Jakarta.</td>
<td width="1%" align="left" valign="top"></td>
<td width="37%" align="left" valign="top">
<table class="tblbox" border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="200" align="left">
<tbody>
<tr>
<td class="tblbold1" width="194">Link Terkait</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah2p1.asp">STAD                                Batavia</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1a"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah3p1.asp">OUD                                Batavia</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah4p1.asp">Metropolitan                                Weltevreden</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1a"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah5p1.asp">Masyarakat                                Betawi</a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1"><a href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah6p1.asp">Ibukota                                Republik Indonesia</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="400" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="imgcentr" width="215"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu1.gif" alt="" width="125" height="101" /></td>
<td class="teks10" width="324">Abad ke 8 kapal-kapal dari                          Jawa berlayar ke laut lepas membawa pulang barang dagangan                          serta pengalamannya selama di dunia luar. Gambar ada pada                          relief candi Borobudur.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Tentang Prasasti                    Tugu ini, A.Heuken SJ (Sumber-Sumber Asli Sejarah Jakarta),                    menyebutkan bahwa prasasti tersebut berkaitan dengan empat prasasti                    tua di Jawa lainnya yang berasal dari masa Purnawarman, penguasa                    Kerajaan Tarumanegara. Keempat batu lainnya yang juga ditulis                    dalam bahasa Sansekerta adalah: Prasasti Ciaruteun, Prasasti                    Cidanghiang (Lebak), Prasasti Kebon Kopi (Ciampea) dan Prasasti                    Jambu (Nanggung; sebelah barat Bogor).</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="right">
<tbody>
<tr>
<td height="157" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="250">
<tbody>
<tr>
<td class="imgcentr" width="175" valign="top"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu2.gif" alt="" width="125" height="150" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="teks10" valign="top">Abad ke 5 Jung-jung                                Tionghoa berlayar ke Jawa Barat. Gambar : Jung dari                                armada Zheng-Ho, abad ke 15.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="1%" valign="top"></td>
<td class="maintext" width="100%" valign="top">Pada akhir                          abad ke-7, Kerajaan Tarumanegara diduga kuat sudah lenyap.                          Daerahnya takluk pada Sriwijaya untuk kemudian pada abad                          ke-11 berada pada pengaruh Jawa sebagaimana ditunjukkan                          melalui Prasasti Citatih (Cibadak, 1030 M). Tentang istilah                          Sunda (Kelapa) itu sendiri baru muncul pada abad ke-10,                          sebagaimana Prasasti Kebon Kopi II (942 M) dan sebuah                          catatan (buku) Cina yang mengandung uraian tentang Sunda,                          Chu-fan-chi, karangan Chau Ju-kua (1178-1225).</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="132" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="maintext" width="100%" height="132" align="left" valign="top">Menurut                          Abdurrachman Surjomihardjo (Sejarah Perkembangan Kota                          Jakarta), berita-berita tentang adanya masyarakat yang                          menetap di daerah Jakarta sekarang ini pasca Purnawarman                          hingga datangnya Portugis tidak banyak jumlahnya. Baru                          pada awal abad ke-16 terdapat lagi berita-berita mengenai                          bekas daerah Purnawarman itu. Di daerah itu muncul pelabuhan                          yang dikenal sebagai Sunda Kelapa yang berada dalam pengawasan                          kerajaan Hindu Sunda, Kerajaan Pakuan Pajajaran, dengan                          Ibukota kerajaannya terletak di sekitar Batutulis (Bogor).                          Orang-orang Tionghoa golongan tua yang ternyata telah                          cukup lama berkunjung ke kawasan ini kadang masih menyebut                          Sunda Kelapa sebagai Kota Yecheng atau Kota Kelapa.</td>
<td width="1%" align="left" valign="top"></td>
<td width="45%" align="left" valign="top">
<table class="box_section4" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="220" align="left">
<tbody>
<tr>
<td class="teks10" width="162"><img src="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu3.gif" alt="" width="125" height="158" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="teks10">Abad ke 4 kapal-kapal india mengunjungi                                Kepulauan Nusantara. Gambar : Kapal dari kepulauan                                Maldiva</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td class="text210" align="left" valign="top"><a id="text210" href="http://www.bappedajakarta.go.id/sekilassejarah1p2.asp">Selanjutnya                    &gt;&gt;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=24&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/tempo-dulu-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bappedajakarta.go.id/gambar/perahu3.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>WWW.Jakarta.go.id</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/wwwjakartagoid/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/wwwjakartagoid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA MASA DEPAN Penduduk: Berpangkal tolak dari kecenderungan penurunan komponen fertilitas, mortalitas dan migrasi maka perkiraan penduduk sampai dengan tahun 2005 dengan metode komponen dan memperhatikan pula potensi pengembangan ekonomi, kepadatan tanah perkotaan, dan kebijaksanaan pemerintahan yang berkaitan dengan pembangunan wilayah sekitarnya, maka jumlah penduduk DKI Jakarta sampai dengan 2005 dapat diprediksikan sbb : Tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=21&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judul1" width="551" align="left" valign="top">JAKARTA                    MASA DEPAN</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintextbold2" align="left" valign="top">Penduduk:</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Berpangkal tolak                    dari kecenderungan penurunan komponen fertilitas, mortalitas                    dan migrasi maka perkiraan penduduk sampai dengan tahun 2005                    dengan metode komponen dan memperhatikan pula potensi pengembangan                    ekonomi, kepadatan tanah perkotaan, dan kebijaksanaan pemerintahan                    yang berkaitan dengan pembangunan wilayah sekitarnya, maka jumlah                    penduduk DKI Jakarta sampai dengan 2005 dapat diprediksikan                    sbb :</td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td class="box_section4" align="left" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="tblbold1" width="44">Tahun</td>
<td class="tblbold1" width="202">Jumlah Penduduk<br />
( 1 x 1.000.000 )</td>
<td class="tblbold1" width="169">Rata-rata Pertumbuhan<br />
( % )</td>
<td class="tblbold1" width="102">Kepadatan<br />
( Ha )</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1ctr">1961</td>
<td class="tbl1ctr">2,90</td>
<td class="tbl1ctr">4,48</td>
<td class="tbl1ctr">45,0</td>
</tr>
<tr class="tbl1actr">
<td class="tbl1ctr">1971</td>
<td class="tbl1ctr">4,50</td>
<td class="tbl1ctr">4,03</td>
<td class="tbl1ctr">69,8</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1ctr">1980</td>
<td class="tbl1ctr">6,50</td>
<td class="tbl1ctr">3,26</td>
<td class="tbl1ctr">100,8</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1actr">1985</td>
<td class="tbl1actr">7,63</td>
<td class="tbl1actr">3,06</td>
<td class="tbl1actr">118,4</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1ctr">1990</td>
<td class="tbl1ctr">887</td>
<td class="tbl1ctr">2,32</td>
<td class="tbl1ctr">137,6</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1actr">1995</td>
<td class="tbl1actr">9,95</td>
<td class="tbl1actr">2,03</td>
<td class="tbl1actr">154,4</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1ctr">2000</td>
<td class="tbl1ctr">11,00</td>
<td class="tbl1ctr">1,76</td>
<td class="tbl1ctr">170,7</td>
</tr>
<tr>
<td class="tbl1actr">2005</td>
<td class="tbl1actr">12,00</td>
<td class="tbl1actr"></td>
<td class="tbl1actr">186,2</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td class="maintextbold2" align="left" valign="top">Tata Kota:</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Tata ruang kota                    Jakarta untuk masa mendatang, sesuai dengan Peraturan Daerah                    DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah                    bahwa arahan penataan ruang wilayah akan ditujukan untuk melaksanakan                    3 ( tiga ) misi utama, yaitu :</td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<ol>
<li>Membangun Jakarta yang berbasis pada masyarakat;</li>
<li>Mengembangbiakan lingkungan kehidupan perkotaan yang berkelanjutan;</li>
<li>Mengembangkan Jakarta sebagai kota jasa skala nasional                        dan internasional.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Penataan ruang                    kota Jakarta dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat                    yang sejahtera berbudaya dan berkeadilan, terselenggaranya pemanfaatan                    ruang wilayah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hidup                    sesuai dengan kemampuan daya dukung dan daya tampungnya, kemampuan                    masyarakat dan pemerintah, serta kebijakan pembangunan nasional                    dan daerah. Selain itu penataan ruang juga bertujuan untuk mewujudkan                    keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya                    buatan serta terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang pada                    kawasan lindung dan budi daya.Dengan adanya penataan ruang yang                    lebih baik dan terarah, diharapkan visi pembangunan kota Jakarta                    yaitu agar sejajar dengan kota-kota besar negara maju lainnya                    dapat terwujud.</td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td class="spacetoon" align="left" valign="top" bgcolor="#cc0000">Sumber                    www.jakarta.go.id</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=21&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/wwwjakartagoid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Kini</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/jakarta-kini/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/jakarta-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 04:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA KINI Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas daratan 661,52 km2 dan lautan seluas 6.977,5 km2 serta tercatat ±110 pulau yang tersebar di Kepulauan Seribu. Secara administrasi, Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kotamadya dan 1 Kabupaten Administrasi yaitu Jakarta Pusat dengan luas daratan 47,90 km2; Jakarta Utara dengan luas daratan 154,01 km2, Jakarta Barat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=14&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="judul1" width="100%" align="left" valign="top">JAKARTA                    KINI</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Provinsi DKI Jakarta                    mempunyai luas daratan 661,52 km2 dan lautan seluas 6.977,5                    km2 serta tercatat ±110 pulau yang tersebar di Kepulauan                    Seribu. Secara administrasi, Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi                    5 wilayah Kotamadya dan 1 Kabupaten Administrasi yaitu Jakarta                    Pusat dengan luas daratan 47,90 km2; Jakarta Utara dengan luas                    daratan 154,01 km2, Jakarta Barat dengan luas daratan 126,15                    km2; Jakarta Selatan dengan luas daratan 145,73 km2; Jakarta                    Timur dengan luas daratan 187,73 km2 dan Kabupaten Adm. Kepulauan                    Seribu.</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Jumlah penduduk                    Provinsi DKI Jakarta 9,041 juta jiwa dengan kepadatan penduduk                    13.667,01 jiwa per km2. Jakarta beriklim tropis, dengan suhu                    tahunan rata-rata 27°C dengan kelembaban 80-90%. Karena                    terletak di dekat garis khatulistiwa, arah angin dipengaruhi                    oleh angin musim. Angin musim barat bertiup antara November                    dan April, sedang angin musim timur antara Mei dan Oktober.                    Curah hujan rata-rata 2.000 mm, curah hujan paling besar sekitar                    bulan Januari dan paling kecil pada bulan September.</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Provinsi DKI Jakarta                    terletak disebelah Selatan Laut Jawa; sebelah Timur berbatasan                    dengan Kabupaten/Kota Bekasi; sebelah Selatan dengan Kabupaten/Kota                    Bogor dan Depok serta sebelah Barat dengan Kabupaten/Kota Tangerang.                    Lokasi Provinsi DKI Jakarta yang strategis di Kepulauan Indonesia                    menjadikan Jakarta pintu gerbang utama dalam perdagangan antar                    pulau dan hubungan Internasional dengan pelabuhan utamanya Tanjung                    Priok dan Bandara Soekarno Hatta.</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Kedudukannya yang                    khas baik sebagai ibukota negara maupun sebagai ibukota daerah                    swantantra, menjadikan Jakarta istimewa dan berstatus sebagai                    Daerah Khusus Ibukota (DKI). Karena fungsi yang diembannya sebagai                    pusat pemerintahan dan lebih dari 70% peredaran uang berada                    di Jakarta, menimbulkan konsekuensi sebagai pusat kegiatan ekonomi,                    perdagangan dan jasa, pusat kegiatan sosial dan budaya dengan                    berbagai sarana terbaik di Indonesia dalam bidang pendidikan,                    budaya, kesehatan, dan olahraga.</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top">Jakarta juga memiliki                    banyak tempat bersejarah dan warisan budaya. Pariwisata merupakan                    salah satu industri jasa yang pertumbuhannya paling cepat dan                    mempunyai banyak peluang untuk terus berkembang menjadikan Jakarta                    sebagai kota budaya dan pariwisata.</td>
</tr>
<tr>
<td class="maintext" align="left" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=14&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/03/19/jakarta-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Presiden RI. Dr. H.Susilo Bambang Yudhoyono,MA.</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/02/11/presiden-ri-dr-hsusilo-bambang-yudhoyonoma/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/02/11/presiden-ri-dr-hsusilo-bambang-yudhoyonoma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 11:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Artikel Buletin GIB Oleh : Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA at 23 Nop 2007 «◊» Menyelamatkan Bumi Secara Bersama-sama Persoalan menyelamatkan lingkungan alam memang seharusnya menjadi tanggungjawab bersama. Bukan saja antar mahluk namun juga antar kebijakan berbagai negara. Indonesia memiliki kepentingannya sendiri, demikian pula negara lain. Namun diantara berbagai perbedaan kepentingan yang ada, kepentingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=7&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Artikel Buletin GIB</h2>
<div id="isiBuletin">
<p class="posted">Oleh : Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA at 23 Nop 2007</p>
<p class="link"><a title="Artikel sebelum" href="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/isibuletin.php?&amp;rberita_no=603">«</a><a title="Kembali" href="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/buletin.php">◊</a><a title="Artikel berikut" href="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/isibuletin.php?&amp;rberita_no=601">»</a></p>
<h3>Menyelamatkan Bumi Secara Bersama-sama</h3>
<p><img src="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/berita/thumbnail.php?rberita_no=602" alt="" /> <span style="color:#181512;font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"></p>
<p align="justify">Persoalan menyelamatkan lingkungan alam memang seharusnya menjadi tanggungjawab bersama. Bukan saja antar mahluk namun juga antar kebijakan berbagai negara. Indonesia memiliki kepentingannya sendiri, demikian pula negara lain. Namun diantara berbagai perbedaan kepentingan yang ada, kepentingan menyelamatkan kehidupan di bumu harus menjadi kepentingan bersama. Berkaitan dengan hal itu, dalam sebuah acara di Bali pertengahan bulan Nopember 2007, Presiden SBY mengemukakan pikiran, gagasan dan ajakan kepada rakyat serta masyarakat dunia. Dibawah ini adalah cuplikan dan inti dari pernyataan Presiden SBY.</p>
<p></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Adalah menjadi tugas dan misi kita untuk melestarikan alam semesta, menyelamatkan bumi dan tanah air kita, dimana kita hidup dan juga tempat hidup untuk cucu dan generasi mendatang. Kita tentu harus melihat secara utuh alam semesta ini, tanah air, dan bumi kita, yang tentu harus memberikan manfaat terbesar bagi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia lahir dan bathin, sekarang dan masa depan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Kita tidak boleh egois, dengan keserakahan katakanlah dengan tanggung jawab yang rendah, kita menguras semuanya itu dan tidak menyisakan untuk generasi yang akan datang. Kita merusak yang menimbulkan bencana dan malapetaka yang tentunya akan mengganggu <em>civilization</em> atau peradaban dan segala kehidupan di muka bumi ini. Bagi Saudara-saudara yang beragama Hindu juga dikenal yang kita sebut dengan <em>Tripitaka</em>, kedekatan manusia dengan Yang Maha Pencipta, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya. Saya kira ini memiliki nafas dan wilayah universal. Marilah kita wujudkan satu yang baik yang diajarkan oleh agama itu untuk keselamatan dan kesejahteraan umat manusia, utamanya di negeri kita dan tentunya di seluruh dunia.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Saya setuju, saya garis bawahi, dan saya dukung semua prakarsa untuk mengembangkan pusat-pusat seperti taman safari, kebun binatang, taman hewan, museum, galeri, dan lain-lain. Karena jelas tempat-tempat ini baik untuk belajar, untuk study mengenal alam, mengenal flora dan fauna. Yang kedua, juga bisa dilakukan penelitian, research, yang baik. Yang ketiga, tentu baik untuk kita bergembira, sehingga bisa menjadi tempat hiburan, tempat rekreasi yang baik. Dan apabila dikaitkan dengan ekonomi serta kesejahteraan juga menjadi objek wisata yang juga harus menarik bagi para pengunjung. Saya sungguh-sungguh mengajakkita semua untuk bisa mengembangkan objek-objek seperti ini.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Sering saya katakan di berbagai kesempatan, bahwa dunia sekarang ini sedang menuju pada era baru yang kita sebut dengan gelombang keempat, peradaban manusia, <em>fourth wave of civilization.</em> Gelombang pertama, abad pertanian. Gelombang kedua, abad industri. Gelombang ketiga, informasi. Keempat adalah sesungguhnya gelombang 3 plus, yaitu yang bercirikan penghormatan dan keramahan pada lingkungan, karena hanya dengan itulah kehidupan manusia akan terus berlangsung, kita <em>survive</em> dalam kehidupan di dunia ini. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Itulah pula dunia makin sadar, bahwa buminya makin tua, kalau tidak kita pelihara akan makin rusak, sebagaimana presentasi dari Saudara Rahmatsyah tadi, sehingga kita harus bersatu, melangkah bersama, bertindak bersama pula untuk menyelamatkan bumi kita. Itulah sebabnya bulan depan di Denpasar, Pulau Dewata ini akan dilaksanakan Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas, bagaimana kita menghadapi perubahan iklim, <em>climate change</em> dan akhirnya kita bersama-sama dapat menyelamatkan bumi dan masa depan kita. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Kembali kepada peradaban gelombang keempat tadi. Kita harus bisa mengantisipasi, mempersiapkan diri dengan baik, karena ekonomi pun, ekonomi yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat harus bisa kita kaitkan dengan karakter peradaban gelombang keempat itu. Bukan hanya ekonomi yangberbasiskan pertanian, berbasiskan industri dan berbasiskan jasa informasi, tetapi ekonomi yang juga berbasiskan pada lingkungan dalam arti luas. Ekonomi kreatif yang memadukan seni, kreativitas dan teknologi. Ekonomi produk budaya, <em>culture economy</em>, ekonomi warisan, warisan sejarah, heritage economy, ekonomi lingkungan, wisata lingkungan, <em>eco-tourism, eco-economy</em>. Itu karakter ekonomi gelombang keempat. Indonesia kaya, dengan potensi itu,oleh karena itu, marilah kita menjemput masa depan seperti itu dan kita bersama-sama daya gunakan keunggulan yang dimiliki di negeri kita ini untuk menuju ekonomi gelombang keempat. </span></p>
<p><strong></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Go Global Atau Go Local</span></p>
<p></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Sering ada pertanyaan yang betul itu go global atau go local? Apakah kita harus masuk pada ekonomi dunia yang serba global atau justru kita mendayagunakan keunggulan-keunggulan setempat, keunggulan lokal kita. Saya mengajak, jangan dipertentangkan. Kita sudah hidup dalam era globalisasi. Ekonomi setiap negara terintegrasi dalam era globalisasi. Ekonomi setiap negara terintegrasi dengan ekonomi global. Paling sedikit yang banyak mendapatkan manfaat dari wisata. Wisatawan asing contoh, bahwa ekonomi Bali terintegrasi dengan ekonomi global. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Oleh karena itu, tidak perlu kita gamang terhadap globalisasi. Globalisasi tentu mendatangkan peluang dan tantangan, ada yang baik-baik, ada yang buruk-buruk. Yang buruk jangan diterima, yang baik, baik untuk kita. Ada kompetisi, ada kerjasama. Kita tidak bisa membuktikan dengan globalisasi yang penting kita harus tegas dan menang dalam globalisasi. Tetapi disamping wawasan dan cara-cara yang bersifat global tadi, jangan lupa bahwa akhirnya rakyat kita, rumah tangga kita berada di tempat-tempat yang saya sebut dengan lokal tadi. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Mereka, kalau ada kantong-kantong kemiskinan di negeri ini, ya di desa-desa, di Kecamatan, kalau ada yang masih menganggur ya di Desa, di Kecamatan. Yang merasakan apakah kesejahteraannya makin baik, ya yang tinggal di Desa dan Kecamatan tadi. Oleh karena itu, kalau kita memaknai <em>go local</em>, marilah kita lihat persoalan secara lokal pula. Para Kepala Desa, para Camat, para Bupati, Walikota lokal, menggunakan kekuatan lokal, keunggulan lokal untuk memecahkan masalah lokal tadi. Kalau semua Desa di negeri ini, Kecamatan di Indonesia, Kabupaten dan Kota di negeri yang kita cintai ini berpikir dan bertindak seperti itu, ada masalah lokal, ada tanggung jawab, pemimpin lokal dan dipecahkan secara baik, maka secara keseluruhan Indonesia ke depan akan makin baik. Ini yang saya maksudkan dengan <em>go local</em>. Jangan kita lupa melihat bahwa ada persoalan lokal yang harus dipecahkan, tapi juga ada potensi dan keunggulan lokal yang harus kita daya gunakan sebaik-baiknya. Dengan menggunakan potensi lokal kita bisa membangun daya saing. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Saya ingin semua pemimpin memiliki kreativitas, memiliki inovasi-inovasi tertentu, bertanggung jawab untuk memecahkan masalah lokal tadi. Saya bertanggung jawab terhadap apa yang ada di Indonesia. Pak Gubernur bertanggung jawab terhadap apa yang ada di Provinsi . Pak Bupati bertanggung jawab maju mundurnya Kabupaten, demikian juga para Camat dan Kepala Desa. Tidak ada wilayah di negeri ini yang tidak ada pemimpinnya, terbagi habis, semua punya pemimpin dan kalau pemimpin itu bekerja bersama-sama, bertanggung jawab bersama-sama, saya yakin dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa banyak masalah yang dapat kita atasi dengan baik dan Masa depan kita tentu akan lebih baik dari sekarang ini.</span></p>
<p><strong></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Selamatkan Bumi secara bersama</span></p>
<p></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Persoalan lingkungan bukan hanya dihadapi oleh Indonesia, dihadapi oleh seluruh umat manusia di dunia. Kalau bumi kita semakin panas, kalau pemanasan global atau global warming tidak bisa kita atasi, apabila emisi karbondioksida tidak terkendali, apabila <em>climate change</em> juga tidak bisa kita kelola dengan baik, yang merasakan seluruh umat manusia di muka bumi ini. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Oleh karena itu, solusinya meski kerjasama global. Benar, negara-negara yang punya hutan, termasuk Indonesia harus, pertama-tama bertanggung jawab untuk menyelamatkan dan mengelola hutannya. Tapi saya juga menghimbau masyarakat dunia, negara-negara lain yang dulunya punya hutan, sekarang tidak punya hutan, yang juga menikmati hasil-hasil hutan dari negara berkembang, yang sebagian karena tidak dikelola dengan baik, ikut pula membantu dan memecahkan permasalahan ini. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Itulah sebabnya Indonesia, saya meluncurkan inisiatif yang saya sebut dengan F-11, kerjasama diantara 11 anggota atau negara yang memilki hutan hujan tropis. Bersama-sama menyelamatkan hutan kita di wilayah Asia, Amerika Latin dan Afrika yang pertemuan pertama sudah berlangsung di New York yang saya pimpin pada bulan September yang lalu, agar bersama-sama kita menyelamatkan hutan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Itulah sebabnya Indonesia mengeluarkan insiatif yang di sebut <em>Coral Triangle Initiative</em> (CTI) menyelamatkan sumber-sumber hayati yang ada di lautan . Harus kita selamatkan dengan kerjasama yang punya wilayah itu yang membentang Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, PNG, Solomon Island bersama-sama dan juga bantuan masyarakt dunia. Mengapa? Karena lautan menahan karbon, ada carbon sink. Ini yang saya harapkan dapat dikerjasamakan, kita tidak boleh defensif, tidak boleh menyalahkan siapa-siapa, tapi kita harus bertanggung jawab mulai sekarang. Selamatkan hutan kita, selamatkan lautan kita, kalau ada kepentingan ekonomi, kita kelola dengan baik, pengelolaan hutan dengan baik, sehingga ekonomi jalan, kesejahteraan meningkat. Saudara kita yang miskin berkurang di tempat-tempat itu, tetapi hutannya tidak rusak dan itu bisa kita lakukan. Dan dengan kerjasama negara-negara sahabat, negara-negara besar, negara kaya, negara maju yang juga punya kepentingan di dunia ini hutan-hutan selamat. Hanya dengan kerjasama itulah yang akhirnya bisa menyelamatkan bumi kita. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:small;">Tuan rumah atau <em>host country</em>, Indonesia bertanggung jawab penuh, mari kita bertanggung jawab penuh dan tentunya diperlukan kerjasama yang adil, yang fair, yang konstruktif. Dengan demikian, semua menang, bumi kita selamat, umat manusia selamat, demikian pula generasi yang akan datang.</span></p>
<p></span></p>
<p> </p>
<p class="link"><a title="Artikel sebelum" href="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/isibuletin.php?&amp;rberita_no=603">«</a><a title="Kembali" href="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/mod_loader.php?url=berita/berita.php&amp;statusmenu=3">◊</a><a title="Artikel berikut" href="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/isibuletin.php?&amp;rberita_no=601">»</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=7&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/02/11/presiden-ri-dr-hsusilo-bambang-yudhoyonoma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/berita/thumbnail.php?rberita_no=602" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kompas. Com-global Warning</title>
		<link>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/02/11/kompas-com-global-warning/</link>
		<comments>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/02/11/kompas-com-global-warning/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 04:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dethanmedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dethanmedia.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Global Warming Bikin Dunia Banjir Pejantan UMES &#60;i&#62;Menidia menidia&#60;/i&#62; / Selasa, 23 Desember 2008 &#124; 04:05 WIB Global warming tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, tetapi juga mengganggu interaksi seksual di kehidupan liar. Salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah terganggunya perkembangbiakan makhluk hidup karena kenaikan suhu cenderung melahirkan banyak pejantan daripada betina. Pada kebanyakan hewan melata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=5&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="judulisiberita" style="margin:5px 0;">Global Warming Bikin Dunia Banjir Pejantan</div>
<div style="float:left;width:300px;margin-right:10px;">
<div style="width:298px;padding:0 0 5px;">
<div id="loadarea" style="margin-bottom:5px;width:298px;"><img src="http://kompas.co.id/data/photo/2008/12/23/041009p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<p><a title=" " rel="mouseover" rev="#" href="http://kompas.co.id/data/photo/2008/12/23/041009p.jpg"></a></p>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;font:9px arial;color:#666;text-align:right;"><a href="http://dethanmedia.wordpress.com/wp-admin/#">UMES</a></div>
<div id="boxtitle" style="margin-bottom:0;font:11px arial;color:#333;">&lt;i&gt;Menidia menidia&lt;/i&gt;</div>
</div>
<p><!--  video  --></p>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;font:9px arial;color:#666;text-align:right;"><a target="_blank">/</a></div>
<div style="padding:0;"></div>
<p><img src="http://kompas.co.id/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" alt="" /></div>
<div class="tanggal">Selasa, 23 Desember 2008 | 04:05 WIB</div>
<div id="article_body">
<p><em><strong>Global</strong> warming </em>tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, tetapi juga mengganggu interaksi seksual di kehidupan liar. Salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah terganggunya perkembangbiakan makhluk hidup karena kenaikan suhu cenderung melahirkan banyak pejantan daripada betina.</p>
<p>Pada kebanyakan hewan melata (reptil), jenis kelamin ditentukan seberapa suhu pengeraman telur setelah dibuahi hingga menetas. Jika suhunya di atas suhu rata-rata, biasa disebut <em>pivotal temperature</em>, hampir pasti akan tumbuh menjadi pejantan. Hal tersebut akan menimbulkan masalah jika tingkat kenaikan suhu melaju lebih cepat daripada kemampuan alam melakukan adaptasi. Jumlah betina akan jauh lebih kecil daripada pejantan.</p>
<p>Ancaman yang sama juga dihadapi kelompok ikan. Penelitian terbaru yang dilakukan Natalia Ospina-Alvarez dan Fransesc Piferrer dari Marine Science Institute di Barcelona, Spanyol, menemukan bahwa 6 genus ikan—dari 20 yang terindikasi—nyata-nyata memiliki jenis kelamin yang ditentukan suhu pengeraman atau biasa disebut TSD (<em>temperature-dependent sex determination</em>). Antara lain, genus <em>Menidia</em> dan <em>Apistogramma</em>.</p>
<p>Hasil penghitungan mereka menunjukkan bahwa kenaikan suhu air sebesar 4 derajat Celcius, yang diprediksi akan terjadi sepanjang abad ini akan menghasilkan rasio pejantan dan betina sebesar 3 berbanding 1. Rasio tersebut sangat berisiko untuk menjamin kelangsungan hidup ikan.</p>
<p>Pada manusia, kenaikan suhu global mungkin tak berpengaruh pada rasio jenis kelamin. Namun, dampaknya tetap mengancam kelangsungan hidupnya di muka Bumi./*<br />
<strong>WAH</strong><br />
<strong>Sumber : LIVESCIENCE</strong></div>
<p><!--end artikel --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dethanmedia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dethanmedia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dethanmedia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dethanmedia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dethanmedia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dethanmedia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dethanmedia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dethanmedia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dethanmedia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dethanmedia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dethanmedia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dethanmedia.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dethanmedia.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dethanmedia.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dethanmedia.wordpress.com&amp;blog=6413445&amp;post=5&amp;subd=dethanmedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dethanmedia.wordpress.com/2009/02/11/kompas-com-global-warning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adf73c5f928db1066a945300948c4a91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dethanmedia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kompas.co.id/data/photo/2008/12/23/041009p.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kompas.co.id/data/images/stickerbanner/reg_sains.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
